Blogger Widgets Curs

Selasa, 30 Desember 2014

Janganlah marah, maka bagimu Surga

Ketika Idul Adha tahun ini, ada sebuah khotbah dari pak siapa ya (maaf lupa) yang membuat saya selalu teringat dan tertawa ketika pertama kali mendengarnya. Di tengah-tengah khotbah beliau bercerita. Berikut adalah ceritanya:
Pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami istri yang membina bahtera rumah tangga selama 60 tahun lamanya, suatu hari suami melihat sebuah kotak rahasia dan ternyata kotak rahasia itu milik sang istri tercinta, istri pun berpesan kepada suami, bahwa suami tidak boleh membuka kotak rahasia milik istrinya itu, karena kotak itu sangat penting dan pribadi bagi istrinya.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, sang istri jatuh sakit diusia yang sudah renta, sang istri berpesan kepada suami, bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk sang istri memperlihatkan isi dari suatu kotak rahasia itu, istripun mempersilahkan suami membuka kotak, dan terkejutlah sang suami melihat isinya.

"Apakah maksud dari semua ini wahai istriku? dari mana kau mendapatkan uang 950 juta dan 2 boneka rajut ini??”. Istrinya menjawab, "Dulu sebelum kita menikah, nenekku pernah berpesan padaku: dalam menjalani kehidupan berumah tangga, suatu saat nanti pasti ada rasa kejengkelan dan amarah diantara suami dan istri, namun jangan sampai kamu melampiaskan marah dan emosimu itu kepada suamimu, jika kamu marah, maka rajutlah boneka untuk melampiaskan rasa marahmu, itu akan lebih baik, daripada kamu meluapkan marahmu itu kepada suamimu!". Mendengarkan pengertian itu suami pun merasa kagum kepada sang istri, dan suami berkata, "Subhanallah, engkau sungguh istriku yang penyabar, selama ini engkau hanya merajut 2 boneka rajut, berarti engkau hanya pernah marah pada suamimu ini sebanyak 2x saja ?”

Suami sangat terharu dan merasa bangga dengan istrinya, namun, suami masih belum tahu, darimana uang sebanyak 950jt bisa istrinya dapatkan, " Istriku, soal boneka itu, aku sudah mengerti, namun, uang 950jt itu, engkau peroleh dari mana? Apakah engkau senantiasa menyisihkan uang belanja kita? Subhanallah, engkau benar2 istri yang penyabar dan mulia" J sanjung suami.
Tetapi tak lama kemudian sang istri tersenyum geli dan menjawab, "Sebenarnya uang 950jt itu, aku peroleh dari hasil penjualan boneka rajut."hehehehehehehe

Setiap orang pasti pernah atau bahkan sering merasakah marah, baik itu pada masalah besar atau pun hal kecil. Begitu susahnya seseorang untuk menahan marah. Padahal jika kita tidak marah, maka Surga kita dapatkan.


“Ya Allah semoga kami bisa senantiasa dekat kepada-Mu, senantiasa sabar menghadapi segala ujian-Mu, senantiasa kuat untuk menahan amarah, dan menjadi umat yang terbaik bagi-Mu.” Aamiin.

Senin, 29 Desember 2014

Pacaran atau TIDAK???

Assalamu’alaykum...
Menyambung dan memperjelas tulisan cerpen saya tentang http://hazminmima.blogspot.com/2014/12/cerpen-2-hidup-tanpa-cinta.html, Mengapa tidak PACARAN???
Yang dilakukan orang-orang berpacaran pada umumnya:
1.    Berkhalwat dengan lawan jenis
Berkhalwat ialah berduaan dengan lawan jenis tanpa mahramnya. Ketika sedang berduaan, celah Syetan untuk membisikkan jurus hasutan maksiat lebih besar. Sehingga mudah untuk terhasut dan berbuat maksiat.
2.    Ikhtilaath
Ikhtilath ialah bercampur baur dengan yang bukan mahram. Maksudnya ialah mereka berbaur tanpa ada batasannya, antara laki-laki dan perempuang saling berbincang tanpa malu lagi. Padahal Rasulullah mencontohkan sengan sholat jamaah, laki-laki dan perempuan dipisah shaffnya.
3.    Zina seluruh anggota badanlah
Seperti sabda Rasulullah:”Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan.”

Seperti yang telah diulas pada tulisan http://hazminmima.blogspot.com/2014/12/cerpen1-terpaksa-aku-lakukan-itu.html yang telah lalu, saling memandang merupakan zina mata, menyentuh dan berpegangan adalah zina tangan, merayu dan menggoda adalah zina lisan, dan seterusnya. Karena seluruh tubuh kita nanti juga dimintai pertanggungjawabannya atas segala apa yang dilakukan.

Selain mencegah dari perbuatan zina dengan tidak pacaran, kita sebagai wanita wajib bersikap sebagai berikut:
1. Menutup Aurat
Tentunya tidak hanya sekedar ditutup, tetapi haruslah tertutup sempurna. Seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Pakaian tidak ketat dan transparan. Menjulurkan hingga menutup dada. Tidak bertabarruj (berhias ala jahiliyah), contohnya memakai harum-haruman.
2. Menundukkan Pandangan (Ghadhul Bashar)
Hindari pandangan yang lebih dari sekali atau dipandang secara terus menerus baik penuh syahwat atau tidak.
3. Menjauhi Campur baur yang diharamkan
4. Menghindari jabat tangan dengan bukan mahram
5. Meninggalkan tutur kata yang mendayu-dayu

Dari informasi di atas, pilihan untuk berpacaran atau tidak terserah pribadi masing-masing. Karena yang bertanggungjawab atas dosanya ialah dirinya masing-masing.
Semoga bermanfaat.....


Minggu, 28 Desember 2014

Wanita Masuk Surga



Assalamu’alaykum.. J
Siapa pengen masuk Surga???? Semua orang pasti ingin masuk Surga.

Sering mendengar Hadist ini???
 “Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Sering ya, bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Hiiii, ngeri banget deh kalau sudah berbicara tentang neraka. Beberapa penyebabnya ialah banyak wanita yang mengumbar dan tidak menutup auratnya, para penggosip kebanyakan wanita, kesempatan beribadah laki-laki lebih banyak(wanita mengalami haid&nifas), tidak patuh pada suami, dan lain sebagainya.

            Tetapi sebenarnya kita para wanita mudah jika ingin masuk Surga dengan kita menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Wanita yang senantiasa menutup aurat, menjaga kehormatannya, mendidik anak-anaknya menjadi anak yang sholih/sholihah, tentu mudah untuk melangkah ke arah surga.

Sepertinya halnya kaum pria, wanita pun mempunyai kesempatan yang sama untuk masuk Surga Allah. Hal ini dibuktikan dengan beberapa ayat dalam Al-Qur’an:

“Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam Surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.”(Q.S An-Nisa’:124)

Juga dalam Al-Qur’an surat ke 40 ayat ke 40:

“.......Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangka dia dalam keadaan beriman, maka mereka masuk Surga, mereka diberi rezeki didalamnya tidak terhingga.”(Q.S Al-Mu'min:40)

Tuh kan, wanita juga masuk surga. So, Jadilah wanita penghuni Surga. Kutunggu di Surga ya blogger....hhe

Aamiin.

Sabtu, 27 Desember 2014

CERPEN #2 (HIDUP TANPA CINTA)

Assalamu’alaykum.. Alhamdulillah hadir tulisan cerpen saya yang kedua ini... Banyak orang mengatakan “tidak bisa hidup bila tanpa cinta”. Tetapi bagaimana dengan hidup Zahra bila tanpa cinta. Berikut adalah ceritanya....

Zahra adalah seorang gadis berusia 15 tahun. Usia ini merupakan rentang seseorang memasuki masa mencari jati diri. Termasuk hal cinta. Ia mulai merasakan apa yang dinamakan cinta kepada lawan jenis. Ia menyukai kakak kelasnya yang bernama Toni. Ia suka pada Toni karena Toni berperawakan tinggi, tampan, dan pintar.

Semenjak Zahra mengenal cinta, ia selalu gelisah. Wajah Toni selalu terbayang-bayang dibenaknya. Makan ingat Toni, tidur ingat Toni, segala kegiatannya selalu teringat pada Toni. Terkadang ia menunggu di depan pintu kelas untuk melihat Toni dulu sebelum kelas dimulai. Karena cinta sudah merasuk ke dalam jiwanya, ia memberanikan diri untuk mencari tahu sesosok Toni ini seperti apa. Setelah mendapat informasi, ia tahu bahwa Toni memang baik dan pintar. Tetapi ternyata Toni sudah berpacaran dengan Putri, teman sekelas Toni.

Hati Zahra hancur berkeping-keping. Makan jadi tak enak, sekolah jadi tak semangat. Seakan-akan dunia Zahra sudah berakhir. Hidup Zahra menjadi tak berarti. Terkadang ia menangis di masjid sekolah (karena masjid sekolah tempat yang sepi).

Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan sosok wanita bernama Aisyah. Aisyah merupakan kakak kelas Zahra yang juga teman satu kelas Toni. Aisyah yang merasa iba melihat Zahra menangis di pojok masjid sekolah, ia mendekati Zahra  dan berusaha untuk menghiburnya. “Adik knapa? Ada yang bisa mbak bantu?” tanya Aisyah. Zahra diam dan hanya terisak. Kemudian karna Zahra tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Aisyah, ia menyuruh Zahra untuk mengambil air wudhu dan segera sholat sunnah (waktu dhuha).

Zahra pun beranjak segera berwudhu dan sholat. Selesai sholat, Zahra merasakan bahwa ia jauh lebih tenang dari sebelumnya. Air mata sudah bisa terbendung di matanya. Kemudian Zahra mendekati Aisyah untuk mengucapkan terimakasih karna sudah mengingatkannya. Secara tak sadar, Zahra menceritakan perasaan cintanya tersebut kepada Aisyah.

Aisyah pun menanggapi cerita Zahra: ”Adikku Zahra, perasaan cinta yang kau rasakan saat ini bukan merupakan cinta yang haqiqi. Memang benar setiap manusia fitrahnya memiliki rasa cinta. Semua berhak untuk merasakan dicintai dan mencintai lawan jenis. Tapi ingat, seseorang yang kau cintai saat ini belum tentu jodoh di masa depanmu. Jangan kau sia-siakan masa mudamu hanya terpaku pada masalah cinta. Cinta yang haqiqi akan tiba pada waktunya, semua sudah ditentukan oleh Allah. Cintailah seseorang karena agamanya, bukan hanya karena fisik, harta, tahta, dan keturunannya. Coba perhatikan, orang yang berpacaran, ia menyia-nyiakan waktunya untuk bermanis-manis ria dengan pasangannya. Ia di gerayangi seenaknya, padahal belum tentu ia jodohnya. Kamu mau punya laki-laki bekas grayangan orang-orang? kalau mbak sih gak mau.hhhehehehe”

Semenjak saat itu, Zahra sering berkonsultasi dengan mbak Aisyah tentang cinta. Ia juga memutuskan untuk hidup tanpa cinta dahulu sampai pada waktunya Allah menentukan kapan jodohnya mendekat. Walaupun hidupnya saat ini tanpa cinta pada lawan jenis, tetapi ia tetap bisa hidup dengan tenang, senang, dan damai.

Sekian dulu cerita pendek ini.. Hidup bisa terus berlangsung bila tanpa cinta dari lawan jenis sekalipun. Karena yang terpenting ialah kita mendapatkan cinta dari Allah dan cinta dari keluarga.

Betul????

Jumat, 26 Desember 2014

ILMU? Penting gak yaa?????


ILMU???
Manusia membutuhkan ilmu, bahkan dari TK,SD,SMP,SMA,Kuliah merupakan sarana mendapat ilmu. Lantas apakah pentingnya ilmu itu?

 Allah berfirman:
“......Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.....”(Q.S Al-Mujadalah:11)

Tujuan manusia dibumi ialah untuk berilmu dan beramal. Orang yang pintar tetapi tidak diamalkan, orang tersebut seperti orang Yahudi. Orang ahli ibadah tanpa ilmu yang benar, orang tersebut seperti orang Nasrani. Jika kita adalah orang Islam, kita harus seimbang antara ilmu dan amal.

Ilmu digunakan untuk mengisi sisa usia kita. Ya tentunya ilmu agama yang dibutuhkan. Kalau tidak tahu ilmu agama, maka ia tidak punya bayangan kehidupan, tidak tau arah dan tujuan kehidupan. Seperti yang sudah terjadi pada zaman ini: “Sekarang ini kalau ada pengajian dan kajian ilmu agama, gratis, bahkan dapat snak, tetapi sedikit yang datang. Sedangkan jika ada konser tiket mbayar, walau pun hujan dan berdesak-desakkan, tetapi tetap byk yg dtg”. Astaghfirullah...

Padahal, menuntut ilmu merupakan jalan kita menuju Surga. Dengan ilmu, kita bisa mengetahui pasti tentang bagaimana sholat kita bisa khusyuk, bagaimana kita mengkaji Al-Quran dengan benar, dsb. Mengajarkan ilmu merupakan Shodaqoh. Bahkan dulu di jaman para nabi dan ulama, perjuangan menuntut ilmu sangat berat. Ada yang sampai kencing darah bahkan ada yang sampai tidak menikah. Tapi alhasil, banyak orang muslim sebagai penemu ilmu di dunia. Contohnya Al Khawarizmi, Ibnu Sina, Al Khindi, Salman Al Farisi, dan lainnya. Dengan menuntut ilmu agama yang benar, kita bisa loh seperti mereka.....


Jadi, ilmu penting gak yaa?????

Kamis, 25 Desember 2014

Bekal Sukses Menuju Akhirat

Assalamu'alaykum para pembaca...
Kali ini, saya akan membagi sedikit ilmu, walau sedikit, tapi ilmu wajib untuk disebar luaskan...

Setiap manusia pasti akan mati. Meninggalkan dunia yang hanya sebentar ini. So, sudah siaapp??????  Sudah bawa bekal???
Kehidupan setelah kematian adalah Akhirat. Bekal apa yang kamu bawa menuju Akhirat????

Ini nih jawabannya..












Sholat. Ya betul...

Ada dua macam orang sholat:
1. Sholat yang dilakukan semata-mata memenuhi absen “kehadiran”
2. Sholat yang didirikan tidak semata-mata absen “kehadiran”, tetapi kesempatan untuk “menyerahkan" hati kita sepenuhnya kepada Allah.

Tentu yang benar adalah yang kedua.
Dengan Sholat, kita berkesempatan untuk menyerahkan hati kita untuk dirubah oleh Allah menjadi hati yang ikhlas dan lapang menerima semua keputusan Allah. juga dapat mencegah perbuatan yang keji/fakhsya' dan mugkar. Seperti dalam Firman Allah pada QS Al-Ankabut ayat 45: “....Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) yang fakhsya’ dan mungkar...”
Fakhsya’ merupakan perbuatan yang hanya dilakukan oleh binatang (keji dan menjijikan) sedangkan Mungkar adalah sesuatu yang diingkari hati nurani.
Sholat dilaksanakan bukan hanya rukunnya, tetapi kita juga menjauhkan dari perilaku yang keji dan mungkar. Contoh perilaku mungkar adalah membicarakan kejelekan orang lain. Jadi orang yang sholat tetapi masih membicarakan kejelekan orang lain, ia sudah sholat tetapi belum mengerjakannya.

Padahal, sholat merupakan bekal menuju kesuksesan akhirat.. Ayoooo sama-sama saling mengingatkan, supaya kita berjumpa di Surga nanti. Aamiin.

Ilmu ini diperoleh saat kajian ust Syatori, yuk ikuti kajian ust Syatori di Darush Shalihat Pogung setiap Kamis dan Sabtu sore,, supaya ilmu kita semakin luas dan bisa disebarluaskan... :)


Rabu, 24 Desember 2014

CERPEN#1 (TERPAKSA, AKU LAKUKAN ITU...)

Halooooooo.. Pada kesempatan pertama saya menulis di blog ini, saya akan menceritakan sebuah cerpen berdasarkan kisah nyata. Berikut adalah kisahnya.....
Ami adalah seorang perempuan yang kini berusia 19 tahun.
Dalam hidup Ami, kepercayaan bahwa Allah itu ada sudah ia yakini sejak kecil, namun kepercayaan bila Allah itu ada, dekat, melindungi, bahkan menyayanginya adalah sejak 4 tahun yang lalu.
Ami dilahirkan di keluarga yang beragama cukup, tidak terlalu ‘alim dan sebagainya. Krudung, ia pakai hanya ketika sekolah saja, ketika bermain dan jalan-jalan dengan temannya, ia menanggalkannya. Saat usia 12 tahun, tiba masa baligh Ami. Mulailah diberlakukan peraturan orangtuanya, bahwa Ami wajib menutup aurat. Tetapi Ami masih saja ngeyel, tidak patuh, terkadang mencuri-curi kesempatan untuk pergi tanpa kerudung, bahkan berpakaian minimum. Astaghfirullah... L.
Salah satu penyebabnya, karena teman-temannya juga tidak menutup aurat. Bahkan karena ia sering dipuji cantik ketika menggerai rambutnya yang hitam panjang dari pada menjulurkan krudungnya, ia semakin jauh dari agama. Kaos lengan pendek ketat, celana jins jenis pensil, dan pita menghiasi rambut yang tergurai itu adalah gaya berpakaian sehari-harinya.
Tapi........ tidak ketika masuk jenjang SMA, Ami diterima disalah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Sebenarnya, SMA tersebut bukan merupakan sekolah impiannya. Namun karena faktor nilai, ia harus bersekolah disana. SMA ini memang bukan yang terbaik, namun SMA ini adalah salah satu SMA favorit. Disana ia diperkenalkan dengan sebuah organisasi. Bukan OSIS, Pramuka, dan sebagainya, tetapi organisasi rohani Islam.
Ya, Ami diterima menjadi anggota di Rohis. Itu bukan fashionnya bangeeeett, tetapi karena ada angket yang ditunjukkan pada orangtuanya, ia terpaksa ikut.
Rohis SMA ini memang beda dengan rohis sekolah pada umumnya. Disini peraturannya banyak dan sangat ketat, yang sangat dijaga oleh pembina rohisnya. Diantara peraturannya ialah Tidak Boleh Mencontek, Tidak Boleh Pacaran, dan Wajib Menutup Aurat. Susah banget untuk menjalankan peraturan-peraturan ini.
OMG,,, ia yang selama ini pergaulannya dengan teman-temannya tidak terlalu dibatasi, sekarang ia wajib melakukan peraturan-peraturan itu.
Selama berhari-hari, berminggu-minggu ia berusaha untuk memenuhinya, namun ujian bertubi-tubi datang, kegalauan selalu melanda.
Ketika ulangan/ujian sekolah, Ami merasa iri dengan teman-teman kelasnya. Mereka seenaknya mencontek, membawa catatan dibawah meja, catatan-catatan kecil di kartu ujian, di meja, dinding kelas, bahkan menyalin jawaban teman lainnya. Walaupun jika ketahuan akan mendapat sanksi, tetapi mereka mempunyai seribu cara supaya tidak ketahuan. Sedangkan nanti hasilnya, mereka mendapat nilai bagus. Ami yang ketika SMP hobi menyontek, tetapi karena peraturan rohis ia berusaha tidak menyontek
Ketika teman-temannya PDKT sana sini, ia pun hanya nglangut. Bagaimana PDKT dan berpacaran, pendekatan dengan embel-embel “Pacaran Sehat dan Islami” saja tidak boleh. Tapi ia tetap menjalankan peraturan itu.
Lagi, teman-temannya bisa bergaya, berganti-ganti model rambut serta pakaian, istilahnya mereka “Gaul”. Sedangkan Ami, karena peraturan rohis memaksa ia berpakaian rok, baju panjang, krudung, kesannya “Kamseupay” bingitzz di jaman itu. Tapi ia tetap melaksanakan peraturan itu. ...
Sebabnya banyak kakak kelas rohis yang mengawasinya. Jika ia ketahuan mencontek, pacaran, dan tidak menutup aurat, ia akan dijatuhi sanksi berupa hukuman, disidang para pengurus rohis, bahkan dikeluarkan secara tidak hormat. Di sisi lain ia mendapat sanksi psikologis yaitu dikucilkan serta menjadi bahan omongan satu sekolah.
Suatu saat, perasaan tidak nyaman dan terpaksa menjadi anak rohis bisa terkalahkan. Ketika ia diajak seorang teman rohisnya mengikuti sebuah training. Ada sebuah kalimat yang membuat Ami terenyuh: “Anda diciptakan bukan untuk menjadi seorang dokter, ilmuwan, teknisi, guru, dan lain sebagainya, tetapi Anda diciptakan untuk menjadi Hamba Allah”.
Ami selalu terniang-niang kalimat tersebut. Oh iya ya, selama 15 tahun ia hidup, apakah ia sudah menjadi Hamba Allah????? Untuk menjadi Hamba Allah kan harus menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itu tok. Apa sih yang sulit?
Sejak itu Ami mulai berpikir positif tentang peraturan-peraturan rohis tersebut. Ami dan temannya pun bertanya kepada pembina rohis, apa arti semua peraturan ini, kenapa ia harus mematuhinya. Katanya: “Ketika kita tidak mencontek, kita berlatih untuk berlaku jujur. Ketika kita tidak mencontek, kita akan berbuat adil. Nilai kita adalah hasil dari kemampuan berfikir kita. Ketika kita tidak mencontek, rezeki yang kita peroleh adalah halal, karena rezeki yang kita peroleh dari pekerjaan kita, dimulai dari ijazah kita, sedangkan ijazah diperoleh dari proses belajar dan nilai ujian kita selama sekolah serta dijenjang berikutnya, tidak dengan kecurangan. Apakah kamu nanti akan menafkahi anakmu dengan rezeki yang haram?” Ami hanya bisa terdiam membisu.
“Bagaimana dengan kita tidak boleh pacaran? Kan kenalan aja boleh ust, gak sampai pegang-pegangan atau pun lebih, namanya pacaran sehat dan Islami” Tanyanya semakin penasaran. “Apa yang dilakukan orang ketika pacaran, walau namanya pacaran sehat dan islami, walaupun gak pegang-pegangan dan lebih, tapi ia saling memandang, saling memberikan pujian dan rayuan, sering bermanja-manja, saling memberi perhatian, seakan hidupnya bergantung pada pasangannya. Yang seperti itu bisa menjadi celah Syetan mengajak kita dalam bermaksiat. Berpandang-pandangan merupakan zina mata, berucap pujian dan rayuan adalah zina mulut, mendengarkan dan terbuai dengan pujian dan rayuan itu zina telinga, semua itu merujuk pada zina hati. Zina termasuk berdosa.”
“Lalu kenapa kita wajib menutup aurat? Nanti saja ust kalau sudah siap, kalau sudah tua, nanti susah mendapatkan pekerjaan. Bahkan ketika foto ijazah, yang foto memakai krudung diwajibkan mengisi surat pernyataan, bila sekolah dan pemerintah tidak bertanggungjawab bila terjadi sesuatu pada jenjang berikutnya.” Tanya teman Ami.
“Siapmu kapan??? Siap ketika Allah memanggilmu??? Bahkan kematian datang kapan, dimana, kenapa, dengan cara apa, semua tidak ada yang tahu, serta terjadi secara tiba-tiba. Dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31: ‘.....dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan(auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka....’ kenapa??? Karena wanita sangat mulia dan dihormati, itu juga karena membantu laki-laki untuk bisa mengendalikan dirinya dari syahwat.”
Percakapan ini mengerucut pada sebuah analogi, ketika kita akan piknik/study tour/mudik ke tempat yang agak jauh yang hanya 3-4 hari, kita mempersiapkan baju, bekal, barang pribadi, biaya, dan lain sebagainya dengan heboh, antusias dan dengan cermat, dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Apalagi perjalanan menuju Kampung Akhirat yaitu Surga Allah yang perjalanannya lebih dari pada study tour/mudik, untuk kita menetap disana selamanya. Apa yang sudah kita persiapkan???
Semenjak saat itu, Ami bangga menjadi anak rohis dengan segala peraturan yang mengikatnya. Ami bangga dilahirkan sebagai orang Islam dan tumbuh sebagai seorang muslimah. Ami tau bahwa Allah memberikan perintah dan larangan-Nya karna Dia sangat menyayangi hamba-Nya, Dia melindungi hamba-Nya, Dia selalu ada dan dekat dengan hamba-Nya.

Sekian kisah ini, itulah titik balik Ami sebagai seorang Muslimah. Cerita ini ditulis berdasarkan kisah nyata dalam kehidupan saya dan dapat diambil hikmah yang baik untuk  menjadi sebuah motivasi dan inspirasi untuk hidup yang lebih baik dengan predikat Muslimah. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca.