Assalamu’alaykum...
Menyambung dan memperjelas tulisan cerpen saya tentang http://hazminmima.blogspot.com/2014/12/cerpen-2-hidup-tanpa-cinta.html,
Mengapa tidak PACARAN???
Yang dilakukan orang-orang berpacaran pada umumnya:
1.
Berkhalwat dengan lawan jenis
Berkhalwat ialah berduaan dengan lawan
jenis tanpa mahramnya. Ketika sedang berduaan, celah Syetan untuk membisikkan
jurus hasutan maksiat lebih besar. Sehingga mudah untuk terhasut dan berbuat
maksiat.
2.
Ikhtilaath
Ikhtilath ialah bercampur baur dengan yang
bukan mahram. Maksudnya ialah mereka berbaur tanpa ada batasannya, antara
laki-laki dan perempuang saling berbincang tanpa malu lagi. Padahal Rasulullah
mencontohkan sengan sholat jamaah, laki-laki dan perempuan dipisah shaffnya.
3.
Zina seluruh anggota badanlah
Seperti sabda Rasulullah:”Telah ditulis
bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua
mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya mendengar, lidah(lisan)
zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah
melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah
yang membenarkan atau mendustakan.”
Seperti yang telah diulas pada tulisan http://hazminmima.blogspot.com/2014/12/cerpen1-terpaksa-aku-lakukan-itu.html yang
telah lalu, saling memandang merupakan zina mata, menyentuh dan berpegangan
adalah zina tangan, merayu dan menggoda adalah zina lisan, dan seterusnya.
Karena seluruh tubuh kita nanti juga dimintai pertanggungjawabannya atas segala
apa yang dilakukan.
Selain mencegah dari perbuatan zina dengan tidak pacaran, kita sebagai
wanita wajib bersikap sebagai berikut:
1. Menutup Aurat
Tentunya tidak hanya sekedar ditutup, tetapi haruslah tertutup sempurna.
Seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Pakaian tidak ketat dan
transparan. Menjulurkan hingga menutup dada. Tidak bertabarruj (berhias ala
jahiliyah), contohnya memakai harum-haruman.
2. Menundukkan Pandangan (Ghadhul Bashar)
Hindari pandangan yang lebih dari sekali atau dipandang secara terus
menerus baik penuh syahwat atau tidak.
3. Menjauhi Campur baur yang diharamkan
4. Menghindari jabat tangan dengan bukan mahram
5. Meninggalkan tutur kata yang mendayu-dayu
Dari informasi di atas, pilihan untuk berpacaran atau tidak terserah
pribadi masing-masing. Karena yang bertanggungjawab atas dosanya ialah dirinya
masing-masing.
Semoga bermanfaat.....
Curs
trims, sangat membantu utk memotivasi diri saya
BalasHapusTerus kalo sudah terlanjur bagaimana ukhti
BalasHapusKalau menurut saya,, pertama bertaubat, mohon ampun pada Allah, lalu kalau kata bukunya Ust Felix: Udah putusin aja
Hapusato segeralah menikah
tapi segalah pilihan dan keputusan ada ditangan pribadi masing-masing.. Afwan
kalau saya memilih untuk tidak pacaran..selain tulisan di atas..pernikahan merupakan sesuatu yang mulia sehingga jalur yang ditempuh menuju pernikahan juga harus mulia.
BalasHapusya, dgn tidak pacaran.
great choice mbak inganatul.. :)
Hapuslebih baik ta'aruf saja dulu :D
BalasHapusTIDAK !! TIDAK !! TIDAAAAKKKKK !
BalasHapusBagus!
BalasHapusmim, kayakny bagus juga bahas ttg orang yg saling "komitmen" ^^
ditunggu ya. hha
kapaan miim???
BalasHapusyaaph bener ukhti mimaah :) Orang yang baik jodohnya pasti baik... Wanita sholeha jodonya ya pria sholeh
BalasHapus#Hukum Alam