Blogger Widgets Curs

Senin, 29 Desember 2014

Pacaran atau TIDAK???

Assalamu’alaykum...
Menyambung dan memperjelas tulisan cerpen saya tentang http://hazminmima.blogspot.com/2014/12/cerpen-2-hidup-tanpa-cinta.html, Mengapa tidak PACARAN???
Yang dilakukan orang-orang berpacaran pada umumnya:
1.    Berkhalwat dengan lawan jenis
Berkhalwat ialah berduaan dengan lawan jenis tanpa mahramnya. Ketika sedang berduaan, celah Syetan untuk membisikkan jurus hasutan maksiat lebih besar. Sehingga mudah untuk terhasut dan berbuat maksiat.
2.    Ikhtilaath
Ikhtilath ialah bercampur baur dengan yang bukan mahram. Maksudnya ialah mereka berbaur tanpa ada batasannya, antara laki-laki dan perempuang saling berbincang tanpa malu lagi. Padahal Rasulullah mencontohkan sengan sholat jamaah, laki-laki dan perempuan dipisah shaffnya.
3.    Zina seluruh anggota badanlah
Seperti sabda Rasulullah:”Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan.”

Seperti yang telah diulas pada tulisan http://hazminmima.blogspot.com/2014/12/cerpen1-terpaksa-aku-lakukan-itu.html yang telah lalu, saling memandang merupakan zina mata, menyentuh dan berpegangan adalah zina tangan, merayu dan menggoda adalah zina lisan, dan seterusnya. Karena seluruh tubuh kita nanti juga dimintai pertanggungjawabannya atas segala apa yang dilakukan.

Selain mencegah dari perbuatan zina dengan tidak pacaran, kita sebagai wanita wajib bersikap sebagai berikut:
1. Menutup Aurat
Tentunya tidak hanya sekedar ditutup, tetapi haruslah tertutup sempurna. Seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Pakaian tidak ketat dan transparan. Menjulurkan hingga menutup dada. Tidak bertabarruj (berhias ala jahiliyah), contohnya memakai harum-haruman.
2. Menundukkan Pandangan (Ghadhul Bashar)
Hindari pandangan yang lebih dari sekali atau dipandang secara terus menerus baik penuh syahwat atau tidak.
3. Menjauhi Campur baur yang diharamkan
4. Menghindari jabat tangan dengan bukan mahram
5. Meninggalkan tutur kata yang mendayu-dayu

Dari informasi di atas, pilihan untuk berpacaran atau tidak terserah pribadi masing-masing. Karena yang bertanggungjawab atas dosanya ialah dirinya masing-masing.
Semoga bermanfaat.....


10 komentar:

  1. trims, sangat membantu utk memotivasi diri saya

    BalasHapus
  2. Terus kalo sudah terlanjur bagaimana ukhti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut saya,, pertama bertaubat, mohon ampun pada Allah, lalu kalau kata bukunya Ust Felix: Udah putusin aja
      ato segeralah menikah
      tapi segalah pilihan dan keputusan ada ditangan pribadi masing-masing.. Afwan

      Hapus
  3. kalau saya memilih untuk tidak pacaran..selain tulisan di atas..pernikahan merupakan sesuatu yang mulia sehingga jalur yang ditempuh menuju pernikahan juga harus mulia.
    ya, dgn tidak pacaran.

    BalasHapus
  4. lebih baik ta'aruf saja dulu :D

    BalasHapus
  5. TIDAK !! TIDAK !! TIDAAAAKKKKK !

    BalasHapus
  6. Bagus!
    mim, kayakny bagus juga bahas ttg orang yg saling "komitmen" ^^
    ditunggu ya. hha

    BalasHapus
  7. yaaph bener ukhti mimaah :) Orang yang baik jodohnya pasti baik... Wanita sholeha jodonya ya pria sholeh
    #Hukum Alam

    BalasHapus